21 April 2010 yang Terasa Panjang

Rafqi Aditya AdlanRabu, 21 April 2010, pukul 21:12:21 WIB di Rumah Sakit Putera Bahagia Perumnas Cirebon, kamu terlahir dengan bedah sesar. Dari perhitungan dokter saat itu usiamu didalam kandungan sudah lebih dari 9 bulan, prediksi dokter usia dalam kandungan 10 bulan kurang 7 hari. Bundamu ahirnya mengikuti anjuran dokter untuk di Induksi pada tanggal 20 April 2010 pagi.Kurang lebih proses induksi memakan waktu 30 jam, dan belum terlihat tanda-tanda kamu terlahir. Induksi yang menurut banyak cerita berefek sakit luar biasa dihadapi bundamu dengan sabar, meski hati ini sangat khawatir dengan kondisi fisik bundamu dan kandungannya. Baru kali itu ayah merasakan tinggal lebih dari 24jam dengan gelisah yang sangat di rumah sakit, pertama kalinya.

3o jam berlalu, tak kunjung ada perkembangan, dokter memanggil ayah dan menjelaskan kondisi hasil pemeriksaan terahir. Khawatir serasa mulai menutup pikiran, antara memikirkan kondisi fisik bundamu dan kamu yang dalam kandungan, namun dokter memberikan gambaran yang sedikit menenangkan hati, sepertinya si dokter melihat perubahan raut muka ayah, makanya dia memberikan informasi yang sedikit menenangkan, “Baiklah dok, saya percayakan semua dengan penanganan yang terbaik”. Setelah itu proses penandatangan semacam surat keputusan untuk mengambil pilihan atas apa yang disarankan dokter, tak lama bundamu dibawa ke ruang rekam jantung untuk memastikan detak jantungmu normal didalam kandungan sana, dan hasilnya sangat menggembirakan. Tak lama bundamu dibawa ke ruang bedah sesar, entah tak menyadari pukul berapa itu.

Rafqi Aditya Adlan

Enin, ibunda ayah mencoba menenangkan ayah yang terlihat sangat gelisah menanti diluar ruang bedah, saat itu ayah membuat sebuah tulisan di handphone bundamu yang ahirnya tulisan kegelisahan itu raib bersama handphone-nya dikemudian hari. Sekian lama menanti diluar ruang bedah, ahirnya pintu ruang bedahpun terbuka dan dokter keluar sambil membuka maskernya dan tersenyum seraya berucap sambil menjabat tangan ayah, “Selamat Pak Iqbal, anaknya laki-laki dan sempurna dan sehat dengan reaksi motorik bagus”, “Alhamdulillahirobbil ‘Alamin, Ibunya sehat dok?” ujar ayah, “sehat semuanya, lahir tadi pukul 21 lewat 12 dan detik 21” dokter menjawab. Reaksi ayah langsung sujud sukur dan segera mengambil air wudlu untuk menenangkan diri dan merubah raut jadi super bahagia.

Tak lama setelah ambil air wudlu, kereta tabung dorong bayi keluar bersama beberapa berkas rumah sakit, kamu pertama kali ayah lihat disitu nak, emosi ayah mendadak tak kuasa dibendung. Air mata bahagia tak terasa menetes sambil memandangi wajah lucu dan super ganteng itu, “ini bayiku, ini buah hatiku, aku punya anak” dalam hati dengan bahagia, suster kemudian membawa kamu ke ruang khusus bayi, disana kamu pertama kali di imunisasi kalo tidak salah dan dibiarkan tertidur malam itu pertama kalinya di ruang terbuka bernama dunia.

Enin, ibunda ayah adalah bidan, tapi beliau tak kuasa membantu bundamu melahirkan, karena jika ada kesalahan, enin tidak akan memaafkan dirinya sendiri nak, untuk itulah bunda kamu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik. Rafqi Aditya Adlan adalah namamu, nama yang ayah dan bunda pilihkan dengan berbagai pertimbangan dan doa. Selamat Datang nak di dunia yang nyata, do’akan bunda dan ayahmu mampu memberikan banyak pertimbangan kepadamu agar kelak kamu dapat memilih setiap pilihan atas dasar kesadaran kamu sendiri, bunda dan ayah tak akan meminta kamu memilih sesuatu yang bukan pilihan tersadarmu.

 

Untuk anakku, RAFQI ADITYA ADLAN…

Posted in Personal