Ada Kesulitan Bersama Kemudahan

Pagi ini melihat status sahabat juga kerabat, Delianur yang mencoba bertabayyun tentang penggalan ayat 5 dan 6 dari surah An Nasyroh (Ash Sharh), dimana dua ayat tersebut berbunyi, “Fa inna ma’al ‘usri ‘yusra(5)” dan “Inna ma’al ‘usri yusra(6)”. Dua kali penyebutan dan memiliki makna yang sama. Terus apa maksudnya?

Kedua ayat tersebut memiliki arti harfiyah: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu kemudahan(5)” dan “Sesungguhnya bersama kesulitan itu kemudahan(6)”. Karena ini adalah Firman Allah swt, maka untuk memahami secara maknawiyyah, dibutuhkan pentafsiran terhadap maksa aslinya (harfiyyahnya). Karena ada juga yang menerjemahkan kedua ayat tersebut berbeda, dan lebih banyak menggunakan kata “setelah”, “Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan”.

Penulis tidak akan mengambil nukilan tafsiran para imam/ulama, penulis hanya akan menyampaikan apa yang penulis fahami dan pelajari di Pesantren. Ini bukan menggambarkan penulis yang arogan terhadap pendapat para Ulama/Imam, hanya sebuah pemahaman saja dan sebuah ijtihad.

Silahkan klik link Surah disini dan silahkan pilih terjemah dengan pemahama bahasa yang bisa pembaca fahami, penulis coba membandingkan dengan bahasa inggris dan bahasa indonesia pada link surah tadi, terlihat bedanya, dalam bahasa inggris diterjemahkan “with”, sedang dalam bahasa indonesia tertulis “setelah”. Kita tentu bisa membedakan kata “bersama” dan kata “setelah”, memiliki pemahaman bahasa berbeda. “Setelah” berarti berurutan, sedang “Bersama” berarti beriringan.

Jika kita menafsirkan ayat ini dengan kata “setelah”, tergambar betapa sebuah “kemudahan” itu akan datang berikutnya setelah datangnya “kesulitan”. Ini cenderung bermakna orang hanya akan menunggu kemudahan saja tanpa berusaha menyelesaikan kesulitannya, orang cenderung merasa tidak adil kepada Tuhannya manakala adanya kesulitan yang dihadapi dan berharap segera datang kemudahan.

Berbeda jika kita memaknai dengan kata “Bersama”. Bahwa sebuah kesulitan itu datang ya dengan kemudahannya, beriringan. Jika ingin mendapat kemudahan, ya kesulitan itu dihadapi, semakin kita menghindar dari kesulitan, maka kesulitan itu hanya akan tertutupi tapi tidak hilang, dan akan muncul kembali tanpa ada kemudahan. Ini menggambarkan sebuah kunci dari kesulitan yang banyak orang hadapi. Dalam ayat ini, manusia dituntut untuk berusaha, kreatif dan energik dan tidak disarankan untuk bermalas-malasan. Silahkan terjemahkan utuh satu surah ini, ini surah tentang sebuah motivasi.

Penulis berharap ini menjadi sebuah bahan renungan, begitu ayat ini sudah mafhum betul tentang kekurangan manusia, sehingga manusia membutuhkan sebuah motivasi untuk mengisi kehampaan pikiran dan rasa. Bukan lantas karena ada istilah manusia itu sumber dari kesalahan dan lupa menjadi jastifikasi kita untuk berleha-leha dan bermalas-malasan, bukankah dalah Surah Al-Baqoroh ayat 286 (ayat terahir) menyatakan bahwa “Allah (swt) tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya(Surat Al-baqarah:286)”.

Ini hanya sebuah pendapat pribadi terhadap pemahaman ayat dalam Al-Quran, tentulah sebuah tafsiran bukan hal yang mutlak, silahkan pembaca melakukan penafsiran sendiri berbekal pengetahuan yang sesuai dengan kemampuan.

 

semoga dapat bermanfaat…

Posted in Personal